Join Indofiles VIP IndoLocker.com - We here to Share

User Tag List

Page 1 of 2 12 LastLast
Results 1 to 10 of 11

Thread: Kisah Pohon Apel

  1. #1

    gozeng's Avatar
    Join Date
    Jan 2012
    Location
    everywhere you think of
    Posts
    1,266
    Thanks
    2,109
    Thanked 1,134 Times in 372 Posts
    Mentioned
    2 Post(s)
    Tagged
    150 Thread(s)

    Red face Kisah Pohon Apel


    Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu. Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya.

    Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih.
    “Ayo ke sini bermain-main lagi denganku,” pinta pohon apel itu.
    “Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi,” jawab anak lelaki itu.
    ”Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya.”

    Pohon apel itu menyahut, “Duh, maaf aku pun tak punya uang… tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu.”
    Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih.

    Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya datang.
    “Ayo bermain-main denganku lagi,” kata pohon apel.
    “Aku tak punya waktu,” jawab anak lelaki itu. “Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?"
    ”Duh, maafaku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu,” kata pohon apel.
    Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira.Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.

    Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya.
    ”Ayo bermain-main lagi denganku,” kata pohon apel.
    ”Aku sedih,” kata anak lelaki itu.
    ”Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?”

    “Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah.”

    Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu.

    Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian.
    “Maaf anakku,” kata pohon apel itu. “Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu.”
    “Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu,” jawab anak lelaki itu.

    “Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat,” kata pohon apel.
    ”Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu,” jawab anak lelaki itu.
    ”Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini,” kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata.

    “Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang,” kata anak lelaki.
    “Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu.”
    “Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang.”
    Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon.

    Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.

    NOTE :
    Pohon apel itu adalah orang tua kita. Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita. Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan. Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia. Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita.

    Dan, yang terpenting: cintailah orang tua kita. Sampaikan pada orang tua kita sekarang, betapa kita mencintainya dan berterima kasih atas seluruh hidup yang telah dan akan diberikannya pada kita.

    safruddin.wordpress.com

    kisah favorit aku nih


    @rarnine9

    ~ I've got Pintenized ~

  2. The Following 3 Users Say Thank You to gozeng For This Useful Post:


  3. # ADS
    Circuit advertisement
    Join Date
    Always
    Location
    Advertising world
    Posts
    Many
     

  4. #2


    Join Date
    May 2010
    Posts
    90
    Thanks
    588
    Thanked 3 Times in 3 Posts
    Mentioned
    0 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default

    sangat menyenuh, terimakasih atas kisahnya, semoga yang membaca akan ingat selalu atas jasa, pengorbanan, dan rasa cinta orang tua terhadap kita.

  5. #3


    Join Date
    Nov 2013
    Posts
    4
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Mentioned
    0 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default

    semoga kita bisa mengambil manfaat dari cerita diatas..

  6. #4


    Join Date
    Jan 2011
    Posts
    6
    Thanks
    2
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Mentioned
    0 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default

    gatau kenapa gan ane selalu sedih kalo ada cerita tentang orangtua. ane ngerasa banyak dosa sama ortu ane gan

  7. #5


    Join Date
    Aug 2014
    Posts
    19
    Thanks
    34
    Thanked 2 Times in 2 Posts
    Mentioned
    0 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default

    Ceritanya inspiratif dan buat mata berkaca-kaca. Cerita ttg org tua mmg hal yg paling menyentuh buat saya

  8. #6


    Join Date
    Oct 2014
    Posts
    271
    Thanks
    106
    Thanked 2 Times in 2 Posts
    Mentioned
    5 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default


  9. #7

    graziani's Avatar
    Join Date
    Feb 2015
    Posts
    75
    Thanks
    0
    Thanked 3 Times in 3 Posts
    Mentioned
    0 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default

    jd inget ortu ane ndan....

  10. #8


    Join Date
    Nov 2014
    Posts
    89
    Thanks
    20
    Thanked 5 Times in 4 Posts
    Mentioned
    16 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default

    kisah yg bagus dan sangat menginspirasi... ane jadi sedih setelah baca cerita ini

  11. #9


    Join Date
    Oct 2015
    Posts
    1
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Mentioned
    0 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default

    Quote Originally Posted by devilboy888 View Post
    kisah yg bagus dan sangat menginspirasi... ane jadi sedih setelah baca cerita ini
    Sama

  12. #10


    Join Date
    Jun 2016
    Posts
    16
    Thanks
    2
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Mentioned
    0 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default

    sedih gan

Page 1 of 2 12 LastLast

Similar Threads

  1. Replies: 13
    Last Post: 09-06-2014, 14:45 PM
  2. Pelajaran Dari Pohon Apel
    By ahmad31 in forum Lingkungan
    Replies: 1
    Last Post: 23-11-2012, 23:15 PM
  3. Inspirasi - Pohon Mahoni Dan Pohon Bambu
    By herqi in forum Warung Kopi
    Replies: 0
    Last Post: 23-03-2012, 13:30 PM
  4. Kisah Pohon Apel
    By minatoshi in forum Warung Kopi
    Replies: 1
    Last Post: 24-03-2011, 12:17 PM
  5. Kisah Pohon BAMBU
    By sky_coolzzz in forum Warung Kopi
    Replies: 3
    Last Post: 24-03-2011, 09:51 AM

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •